Jumat, 21 November 2014

TUGAS SOFSTSKILL MINGGU KE - 8

                            MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN
A.    Definisi Controlling (pengendalian)
Menurut beberapa tokoh controlling adalah
1.      Menurut Henri Fayol 
Pengendalian adalah  suatu usaha terdiri dari melihat bahwa segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Adalah penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah dari berulang.
2.      Menurut EFL Breach
Pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini terhadap standar yang telah ditentukan yang terkandung dalam rencana, dengan maksud untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.
3.      Menurut Harold Koontz
Pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.
B.     Langkah-Langkah dalam Kontrol
1.      Measuring
Untuk menentukan apa kierja yang sebenarnya. Empat sumber daya yang sering digunakan para manajer untuk mengukur kinerja adalah observasi personal, laporan statistic, laporan lisan dan laporan tertulis. Apa yang akan diukur meupakan hal paling penting dari proses controlling. Beberapa kriteria controlling dapat digunakan dalam berbagai situasi manajemen. Dalam langkah ini, pihak manajemen mengukur tingkat kinerja perusahaan.
2.      Comparing
Untuk menentukan tingkat perbedaan antara kinerja yang sesbenarnya dengan standar kinerja yang diinginkan. Dalam hal ini untuk menentukan tingkat perbedaan digunakan variasi. Meskipun beberapa variasi dalam kinerja dapat diekspektasi namun tetap penting untuk menentukan tingkat dimana varias masih dapat diterima. Dalam langkah ini pihak manajemen menmbandingkan kinerja yang telah diukur sebelumnya dengan standar kinerja yang diinginkan atau telah ditetapkan sebelumnya.
3.      Taking Managerial Action
Tahap ketiga adalah mengambil tindakan manajerial. Dalam langkah ini pihak manajemen mengambil tindakan atas pengukuran dan pembandingan yang telah dilakukan sebelumnya. Terdapat 3 hal yang mungkin dilakukan pihak manajemen dalam tahap ini, tidak melakukan apa-apa, memperbaiki kinerja, atau merevisi standar yang sebeluumnya telah ditetapkan.
                                    Kasus :
            Perusahaan taksi blue bird, Dalam mengawasi armadanya sehari hari , pemilik perusahaanmembutuhkan orang yang handal dalam bidang IT untuk menditeksikeberadaan armada blue bird , sehingga penggunaan bahan bakar dapattercatat dan di perhitungkan dengan akurat. Dalam memelihara loyalitas pelanggannya blue bird menyediakan creditvoucher yang digunakan tidak untuk corporate saja namun juga digunakan untuk perorangan. Jadi semakin sering pemakaian jasanya dalam kurun waktu satu bulan makan semakin besar diskon yang akan pelanggan dapatkan.
Analisis :
Ketika controlling di terapkan dalam perusahan, maka perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan perusahaan tersebut dapat berjalan lama kokoh serta kuat.
                       
                                    Sumber :
Robbins, Stephen P & Coulter, Marry. 2007. Management,
    ninth edition. Pearson International Editon.
Henri Fayol (1949). General and Industrial Management. New

York: Pitman Publishing. 

Sabtu, 15 November 2014

PRINSIP ACTUATING DAN MENCAPAI ACTUATING MANAGERIAL YANG EFEKTIF

Prinsip-prinsip Actuating (Pengarahan) 
Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
a.       Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
b.      Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
c.       Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
d.      Menghargai hasil yang baik dan sempurna
e.       Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
f.       Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
g.      Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Mencapai Actuating Managerial yang Efektif
a.       Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi merunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jarngan organisasi.Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasiantarpribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasan komunikasi organisasi antara lain menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horizontal.
Dalam teori-teori organisasi ada dua hal yang mendasar yang dijadikan pedoman:
Teori tradisi posisional yang meneliti bagaimana manajemen menggunakan jaringan-jaringan formal untuk mencapai tujuannya.Teori tradisi hubungan antar pribadi yang meneliti bagaimana sebuah organisasi terbentuk melalui interaksi antar individu.
b.      Coordinating
Coordinating atau mengkoordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi instruksi, perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan bimbingan atau nasihat, dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran
c.       Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahannya melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka berdaya guna dan berhasil guna.
d.      Leading
Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen, di kemukakan oleh Louis A. Allen yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi lima macam kegiatan, yakni : mengambil keputusan,  mengadakan komunikasi agar ada saling pegertian antara manajer dan bawahan, memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Kasus :
Pegawai salon jika mendapatkan custumer lebih banyak dari yang ditargetkan maka pegawai saln tersebut akan di beri bonus oleh managernya
Analisis :
Dari kasus tersebut terlihat bahwa manager memperlakukan pegawai dengan baik karena jika pegawai mendapatkan custumer lebih banyak dari target maka pegai tersebut akan mendapat hadiah itu termasuk prinsip actuating
                                               
Daftar Pustaka

Handoko, T. H. (2009) Manajemen. Edisi 2. BPFE: Yogyakarta
Hasibuan, M. S. P. (2008) Manajemen Sumber Daya Manusia. Sinar Grafika Offset : Jakarta
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.


Sabtu, 08 November 2014

Tugas Softskill ke - 6

Definisi Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapaisasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaranperusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untukmengerjakan sesuatu jika :
a. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagidirinya,
c. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih
    penting, atau mendesak,
d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan
Fungsi Actuanting :
a.       Mempengaruhi orang – orang agar bersedia menjadi pengikut
b.      Menaklukan daya tolak seseorang
c.       Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
Pentingnya Actuating dalam Organisasi
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Kasus :
Dokter di rumah sakit. Sehubungan dengan kompleksitas sistem ketenagaan dan misi yang harus diemban oleh RS, penerapan fungsi actuating di RS akan sangat tergantung dari empat faktor. Faktor pertama adalah kepemimpinan direktur RS; kedua adalah koordinasi yang dikembangkan oleh masing-masing Wakil Direktur dengan kepala SMF dan kepala instalasinya; ketiga adalah komitmen dan profesionalisme tenaga medis dan non medis di RS (dokter, perawat, dan tenaga penunjang lainnya), dan keempat adalah pemahaman pengguna jasa pelayanan RS (pasien dan keluarganya) akan jenis pelayanan kesehatan yang tersedia di RS. Peranan dokter spesialis sangat besar pengaruhnya di dalam penerapan fungsiactuating ini. Sifat otonomi profesi di tiap-tiap SMF harus diiatur agar tidak menjadi penghambat penerapan fungsi actuating di RS. Untuk itu, mereka harus memahami benar visi dan misi RS yang ingin dikembangkan oleh pihak manajemen (direktur) RS. Oleh karena itu, fungsi RS harus dilihat dalam konteks kesatuan kerja dari sebuah tatanan sistem yang terpadu. Pelayanan kesehatan dimasing-masing SMF adalah subsistemnya. Di pihak lain, intensitas dan frekuensi komunikasi abtara pihak pimpinan RS dan semua staf profesional harus berlangsung dinamis. Kepemimpinan, komunikasi, koordinasi merupakan faktor penting didalam pengembangan fungsi actuating. Ketiganya akan memudahkan penjabaran visi dan misi serta strategi pimpinan RS menembangkan mutu pelayanan kesehatan di masing-masing SMF.Di sisi lain, dibutuhkan juga peningkatan keterampilan manajerial di pihak pimpinan RS sehingga lebih mampu mengintregasikan masing-masing tugas SMF ke dalam satu kesatuan gerak (networking) yang harmonis dan saling menunjang peningkatan mutu pelayanan RS demi kepuasan pelanggannya. Jika pendekatan ini kurang dipahami oleh pihak manajemen RS dan pimpinan SMF, budaya kerja yang berorientasi kepada peningkatan mutu pelayanan RS tidak akan berkembang. Meraka cenderung akan bertindak sendiri, arogansi profesi dan dukungan sarana dan prasarana (input) pelayanan RS (teknologi dan peralatan kedokteran, logistik, keuangan, dan sebagainya) kurang mendapat perhatian. Untuk itu pengembangan budaya kerja staf di SMF harus diarahkan untuk mendukung tercapainya visi dan misi RS. Meraka harus menyadari akan peranannya sebagai staf RS yang diberikan tugas istimewa memberikan asuhan pelayanan medik dan kesehatan kepada masyarakat (customer) yang menggunakan jasa pelayanan RS. 




Sumber :
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.


Minggu, 02 November 2014

Tugas softskill ke-5

PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
Struktur Fungsional:
struktur organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan keterampilan yang sama dan melakukan tugas-tugas serupa yang kemuadian dikelompokkan bersama menjadi beberapa unit kerja. Anggota-anggotanya bekerja di bidang fungsional sesuai dengan keahlian mereka. Jenis struktur organisasi seperti ini tidak terbatas pada bisnis saja. Jenis struktur seperti ini juga dapat bekerja dengan baik untuk organisasi kecil yang memproduksi beberapa produk atau jasa.
Struktur Divisional:
stuktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan pada produk yang sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan yang sama, dan atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis. Secara umum dalam struktur organisasi seperti ini biasanya bersifat kompleks, dan menghindari masalah yang terkait dengan struktur fungsional.
A. Manfaat Struktur Fungsional dan Divional
Manfaat Struktur Fungsional :
a.       Penggunaan sumberdaya yang efisien, skala ekonomis
b.      Spesialisasi keterampilan yang mendalam dan pengembangan
c.       Kemajuan karier dalam departemen fungsional
d.      Panduan dan pengendalian dari manajemen Puncak
e.       Koordinasi yang luar biasa dalam fungsi-fungsi
f.       Pemecahan masalah teknikal yang berkualitas
Manfaat Struktur Divisional : 
a.       Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil
b.      Memperhatikan kebutuhan konsumen
c.       Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional
d.      Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk
e.       Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional
f.       Pengembangan keterampilan manajemen umum

B.     Kerugian Struktur Fungsional dan Divisional
Kerugian Struktur Fungisional
a.       Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat
b.      Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak terlalu baik
c.       Inovasi terbatas
d.      Pandangan terhadap sasaran agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya memperhatikan
e.       Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggungjawab
f.       Sulit untuk menilai prestasi kerja
g.      Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antarfungsi
Kerugian dari struktur divisional adalah :
a.       Menambah biaya karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
b.      Kompetisi disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara keseluruhan
c.       Kesulitan dalam mempertahankan citra perusahaan
d.      Terlalu menekankan pada kinerja jangka pendek

Contoh kasus : 
Wal-Mart Stores, Inc , yang merupakan perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringandepartment store. Menurut Fortune Global 500 2008, Wal-Mart adalah  perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan  pendapatan.
Analisis :
Perusahaan ini menggunakan struktur divisional dimana ketika mengembangkan berbagai produk baru dalam industri dan pasar yang berbeda, biasanya perusahaan mengubah strukturnya menjadi  struktur organisasi yang terdiri dari beberapa  divisi. Tiap-tiap divisi dapat beroperasi sendiri-sendiri dibawah pengarahan seorang manajer divisi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga berbeda dengan divisi lainnya..

Sumber :
                                    Dr. Mahmuh M, hanafi, MBA. (2003). Mangemen Edisi Revisi.                                                                            Yogyakarta: Akademi Managemen Perusahaan YKPN
                                    Handoko, T.Hani. (2009). Manajemen.Yogyakarta: BPFE YOGYAKARTA
Munandar, Ashar S. (2001). Psikologi industri dan organisasi, Jakarta :                               salemba 
Umar, Husain. (2000). Bussines An Introduction, Jakarta : Gramedia                              putaka            utama.



Jumat, 24 Oktober 2014

Tugas Softskill Mingu ke-4

DEFINISI PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Pengertian organisasi
Organisasi dapat diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan pola tertentu, yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Menurut beberapa ahli organisasi adalah :
1.      Menurut Pfiffner dan Sherwood organisasi adalah suatu pola dari cara – cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terikat dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah di tetapkan semula secara sistematis.
2.      Menurut Bakke organisasi adalah social sebagai system yang continue dari penggunaan, pemindahan aktivitas – aktivitas manusia yang dibebankan dan koodinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, capital, gagasan dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan.
3.      Menurut Allen organisasi adalah suatu roses identifikasi dan embentukan serta pengelompokam kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan – hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang – orang bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Organisasi adalah kumpulan orang yang memiliki kompetensi yang berbeda – beda, yang membangun saling ketergantungan di antara mereka untuk mewujudkan tujuan bersama, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya.

DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, dimana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksanaan pekerjaan, da nada tidaknya hubungan dan urutan di antara unit  unit kerja yang ada.
Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antara komponen atau bagian dalam suatu organisasi. Suatu struktur organisasi memerinci pembagian aktivitas kerjadan kaitan satu sama lain. Sampai tingkat tertentu, struktur organisasi juga menunjukkan tingkat spesialis aktivitas kerja serta hierarki organisasi. Struktur organisasi yang jelas dan mapan memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi tetap berlangsung walaupun personel atau anggotanya silih berganti.

PENGORGANISASIAN SEBAGAI FUNGSI MANAJEMEN
Pengorganisasian diartikan sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang – orang, alat – alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yang dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan.
Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a.       Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
b.      Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
                        Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi.





            KASUS :
                        Dalam sebuah perusahaan, mengalami perdebatan karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan lain,mereka mencoba memberikan argumentasi mereka ,atas produk yang akan di jual oleh perusahaan.

Penyelesaiaan :
Manajer harus memberikan jalan tengah yaitu dengan menyatukan argumentasi mereka dengan menjadikan suatu analisis yang baik dan dapat di terima oleh karyawan-karyawannya.







SUMBER :
Rahman, Hasanuddin. (2004). Manajemen fit and proper test.Pustaka Widyatama : Yogyakarta.
Nogi, Hessel. (2005). Manajemen Publik. Grasindo : Jakarta.

Suparjati, dkk. (2000). Tata Usaha Dan Kearsipan. Kanisius : Yogyakarta.

Minggu, 19 Oktober 2014

tugas softskill minggu ke 3

Manfaat Perencanaan
a. Perencanaan dapat membuat pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit akan         terorganisasi menuju arah yang sama.
b. Perencanaan yang di susun berdasarkan penelitian yang akurat akan menghindarkan                 kesalahn – kesalahan yang mungkin terjadi.
c. Perencanaan memuat standar – standar atau batas – batas tindakan dan biaya sehingga             memudahkan pelaksanaan pengawasan.
d. Perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan, sehingga         aparat pelaksana memiliki irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai             tujuan perusahaan.

Jenis Perencanaan dalam Organisasi
a.Perencanaan strategi dibuat oleh manajemen puncak dengan jangka panjang untuk kurun         waktu lebih dari lima tahun yang memperlihatkan tujuan organisasi dalam posis dengan           lingkungan.
b.Perencanaan taktis dibuat oleh manajemen puncak dan menengah dengan jangka waktu 1        sampai 5 tahun yang didalamnya mengatur sumber – sumber yang akan digunakan untuk        menolong organisasi dalam mencapai tujuan strategis.
c. Perencanaan operasional dibuat oleh manajemen menengah dan bawah untuk jangka waktu     kurang dari 1 tahun. rencana ini sifatnya spesifik dan berwujud yang didalamnya terdapat         resiko, akan tetapi biasanya banyak informasi yang masuk ketangan manajer dalam                 pengambilan keputusan.

KASUS :
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“Telkom”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di negara ini. Dengan statusnya sebagai perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan public offering without listing (“POWL“) di Jepang. Layanan telekomunikasi dan jaringan Telkom sangat luas dan beragam meliputi layanan dasar telekomunikasi domestik dan internasional, baik menggunakan jaringan kabel, nirkabel tidak bergerak (Code Division Multiple Access atau “CDMA”) maupun Global System for Mobile Communication (“GSM”) serta layanan interkoneksi antar operator penyedia jaringan. Di luar layanan telekomunikasi, Telkom juga berbisnis di bidang Multimedia berupa konten dan aplikasi, melengkapi portofolio bisnis Perusahaan yang disebut TIME. Bisnis telekomunikasi adalah fundamental platform bisnis Perusahaan yang bersifat legacy, sedangkan portofolio bisnis lainnya disebut sebagai bisnis new wave yang mengarahkan Perusahaan untuk terus berinovasi pada produk berbasis kreatif digital. Hal tersebut mempertegas komitmen Telkom untuk terus meningkatkan pendapatan di dalam situasi persaingan bisnis di industri ini yang sangat terbuka. Adalah obsesi Perusahaan untuk secara berkelanjutan membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah menjadi perusahaan dengan skala besar, dengan tetap mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu, Perusahaan juga terus melakukan diversifikasi usaha baik melalui merger ataupun akuisisi. Saat ini Perusahaan sedang memperkuat fundamental jaringan broadband di kawasan Indonesia Timur melalui proyek Palapa Ring sehingga dapat mewujudkan jaringan nasional yang kuat dengan nama Nusantara Super Highway. Komitmen Kami terhadap konektivitas dan mobilitas data yang handal dan terpercaya, mampu meningkatkan jumlah pelanggan broadband Kami menjadi 10,5 juta pelanggan per 31 Desember 2011, atau meningkat sebesar 64,3%. Sementara itu, pelanggan layanan seluler meningkat pesat sebesar 13,8% atau 13 juta pelanggan baru sehingga total pelanggan seluler menjadi 107 juta.

Pertanyaan :
Termasuk kedalam jenis perencanaan apa ini ?


Jawab :
Termasuk kedalam Perencanaan strategi karena  dibuat oleh manajemen puncak dengan jangka panjang untuk kurun waktu lebih dari lima tahun yang memperlihatkan tujuan organisasi dalam posis dengan lingkungan. Dari pt kecil hingga berkembang pesat seperti sekarang ini.




Sumber :
S, Alam.(2007). Ekonomi, Erlangga : Jakarta
Arifin, imamul, dkk. (2007). Membuka Cakrawala Ekonomi. Bandung :PT Setia Purna Inves

Minggu, 12 Oktober 2014

PERENCANAAN (PLANNING)


Pengertian Planning
Perencanaan merupakan kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak di pakai perusahaan dalam rangka melaksanakan pencapaian tujuanya. Didalam kegiatan – kegiatanya, perusahaan banyak berhadapan dengan berbagai keterbatasan suberdaya seperti tenaga kerja,dana, waktu, peralatan dan kemampuan. Karena itu, dengan adanya rencana, diharapkan kegiatan menjadi lebih efektif dan efisien, terlebih lagi dalam rangka melaksanakan roda perusahaan yang kompleks dan penuh persaingan.
Perencanaan merupakan suatu proses atau salah satu fungsi manajemen yang merupakan keputusan dan memperkirakan (mengasumsian atau memprediksi tindakan – tindakan)kebutuhan organisasi di masa yang akan datang. Perencanaan dilihat dari beberapa sudut di lihat dari sudut proses, perencanaan merupakan pemilihan dan sekaligus pengembangan tindakan yang paling menguntungkan dalam mempersiapkan langkah untuk mencapai tujuan organisasi. Dilihat dari fungsi manajemen perencanan merupakan kegiatan manajer dalam wewenangna untuk mencapai tujuan perusahaan. Dilihat sebagai suatu keputusan, perencanaan dijabarkan dalam bentuk apa, siapa, dan bagaimana suatu tindakan akan dilakukan di waktu yang akan datang. Rencana dapat diartikan sebagai susunan yang rinci mengenai kegiatan – kegiatan yang sistematis, tepat dan akurat dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dalam kerangka system perusahaan, tujuan perusahaan hendaknya dapat di capai dengan efektif dan efisien sehingga dalam merealisasikannya di perlukan pengawasan yang bai. Dari hasil yang didapat selanjutnya rencana akan menjadi umpan balik (feed-back) yang berguna bagi evaluasi perencanaan
Perencanaan adalah pemilihin dan menghubungkan fakta – fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan mengambarkan dan merumuskan kegiatan – kegiatan tertentuyang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.


Langkah langkah dalam menyusun perencanaan
1.      Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran - sasaran kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
2.      Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang.Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
3.      Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
           Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4.      Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan.


Kasus :
Usaha catering
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel danefisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilihuntuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dantenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan..Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahuiadalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order. Kita juga harus mampu menganalisakeunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaingdengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas.
Analisis :
Pada saat kita ingin membuat usaha sebaiknya kita harus membuat perencanaan terlebih dahulu, agar kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari usaha yang ini kita buka nantinya. Untuk itu kita harus membuat perencanaan yaitu dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek operasional, dan aspek keuangan
  •         Aspek manajemen

Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modalBisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutantenaga kerja apabila membutuhkan.
  •        Aspek Pemasaran

Target Pasar Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dantenaga,yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelazimanbahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabilatelah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaankatering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalahpemasaran, keuangan dan administrasi.





Sumber :
Umar, Husein. (2000). Business An Introduction,Gramedia : Jakarta
Wrihatnolo,R, Randy. (2006). Manajemen Pembangunan Indonesia.Gramedia : Jakarta  
R. Molz. "How Leaders Use Goals." Long Range Planning. Oktober 1987. p. 81.
F. Delmar dan S. Shane, "Does Business Planning Facilitate the Development of New Ventures" Strategic Management Journal, December 2003, pp. 1165—1185